Minggu, 15 November 2009

Kabupaten Parigi Moutong Undang Investor Disemua Sektor



Kabupaten Parigi Moutong sebagai salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Tengah dengan ibukota Kabupaten terletak di Parigi ini, memiliki luas wilayah 6.231 km² dan berpenduduk sebanyak 373.346 jiwa (2006), serta memiliki kandungan alam yang luar biasa, baik dibidang pertambangan, pertanian, kelautan maupun perkebunan. Oleh sebab itu melalui Pekan Promosi “Sulawesi Expo 2009”, diharapkan investor akan mau menanamkan modalnya di Parigi Moutong, tegas Bupati Parigi Moutong, H Longki Djangola, M.Si saat ditemui seusai membawakan makalah dalam seminar investasi, disela acara Sulawesi Expo tersebut.

Lebih jauh H Longki mengaku, bahwa Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah penghasil Kakau (Coklat), dengan kualitas kakau sangat baik, demikian juga jumlah hasil produksi petani kakau cukup besar, sehingga ketersediaan bahan baku biji kakau sangat memungkinkan untuk diolah di Parigi Moutong, dan dirinya berharap akan ada investor yang mau menanamkan modalnya untuk pengolahan coklat.

Disektor kelautan masyarakat Parigi Moutong juga dikenal sebagai petani rumput laut, dimana daerah kepulauan yang terbentang luas, pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dalam budidaya rumput laut, sehingga yang dihasilkan juga dalam jumlah yang besar, dalam arti ketersediaan rumput laut sangat cukup untuk sebuah industri bahan jadi atau dioleh setengah jadi, yang kemudian di kirim untuk kebutuhan produk kosmetik, agar-agar atau yang lainnya.

Disektor pertambangan, Kabupaten Parigi Moutong juga banyak mengandung bahan baku untuk Emas, Kaca, Marmer serta Biji Besi, oleh sebab itu melalui kegiatan-kegiatan pameran kita mengundang pada investor untuk mau menanakan modalnya guna mengolah kekayaan alam yang ada, sebagai pejabat Pemerintah Daerah, pihaknya siap membantu para investor, khususnya dalam mempermudah perijinan untuk eksplorasi SDA yang ada, institusi perijinan satu atap telah diterapkan, meskipun secara fisik kantornya masih dalam pembangunan, dan kini untuk ekplorasi emas, Pemkab Parigi Moutong telah melakukan kerjasama dengan PT Kemilau, tegasnya.

Sementara menanggapi akan pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong, H Longki Djangola, M.Si mengaku, bahwa dalam pembangunan di semua sektor, pihaknya selalu menyertakan masyarakat didalamnya, baik dibidang pertembangan, perikanan maupun perkebunan, bahkan produk Kakau yang terus meningkat, juga telah dibarengi dengan peningkatan pasar, sehingga produk biji coklat ekspornya tahun demi tahun semakin meningkat, ini berarti kesejahteraan petani kakau juga meningkat, sebagai pimpinan daerah, pihaknya juga telah mendatangi 4 pabri coklat di Indonesia agar bersedia membangun pabrik pengolahan kakau di Parigi Moutong.

Saat menjabat Bupati 6 tahun lalu, jumlah keluarga miskin berjumlah 27 ribu Kepala Keluarga, dan kini telah menurun drastis, menjadi 18 ribu rumah tangga miskin, ini berarti ada penurunan yang luar biasa, kebijakan khusus yang diberikan pada masyarakat adalah bagaimana Pemda bisa memfasilitasi, memotifasi dan memberikan kemudahan, dengan pemberdayaan masyarakat, baik mereka yang ada di pesisir, terpencil maupun di perkotaan, dengan kerjakeras seluruh dinas yang ada, pihaknya juga mampu terus meningkatkan PAD setiap tahunnya, dimana saat dirinya menjabat Pendapatan Asli Daerah berkisar 100 milyar/ tahun, namun kini terus meningkat hingga mencapai 500 milyar/tahun. Papar H Longki Djangola, M.Si.

Sementara ditempat yang sama, direktur Utama. PT Kemilau Nusantara Katulistiwa, DR Bakrin, SH, LLM, mengaku bahwa untuk melakukan eksplorasi emas di Parigi Moutong pihaknya sedang meningkatkan infrastukture jalan menuju lokasi, dan kehadiran PT Gemilang Nusantara Katulistiwa juga disambut positif oleh masyarakat sekitar lokasi penambangan, karena sesuai petunjuk Bupati Parigi Loutong, H Longki Djangola, pihaknya dalam eksplorasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar, dan nantinya lokasi bekas eksplorasi akan kita manfaatkan untuk sektor lain, baik dibidang perkebunan dan pertanian, tegasnya.

STP Trisakti dan HMK Tingkatkan Kecintaan Kuliner Indonesia


Banyak Chef dari Indonesia yang bekerja di luar negeri, saat dimintai masakan khas Indonesia justru tidak mampu menyajikannya, hal tersebut, karena selama ini mereka mendapat bekal ilmu kuliner hanya berkiblat ke Negara Barat dan Eropa, oleh sebab itu Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti bersama Himpunan Mahasiswa Kuliner (HMK), menggelar Work Shop dengan tema “Kuliner Indonesia Dimata Dunia”. Acara tersebut diisi oleh pembicara Chef Windek Tangker (Eksekutif chep Season Hotel) dan Chef Klana (Eksekutif Chef Chardamon Restoran), serta Bondan Pambudi (STP Trisakti).

Menurut Chef Klana yang ditemui wartawan seusai menyampaikan makalah mengaku, bahwa masyarakat dunia sebenarnya sudah banyak mengenal kuliner Indonesia, seperti Sop Buntut, Nasi Goreng, Soto, Sate serta Gudeg, bahkan menu tersebut juga sudah disajikan di hotel-hotel berbintang di Negara lain, hanya saja perkembangan kuliner di Indonesia sangat lambat, hal tersebut disebabkan karena pembangunan pertanian di Indonesia masih sangat memprihatinkan, sehingga orang lebih condong untuk bertahan dengan menunya, daripada mengembangkan jenis kuliner lebih jauh, oleh sebab itu Pemerintah kedepan juga harus meningkatkan kualitas pertanian di Indonesia.

Kepercayaan para Turis Asing terhadap makanan jajanan pedagang kakilima juga sangat rendah, karena mereka menilai bahwa 92% makanan yang dijajakan para pedagang tidak higienis, dan membahayakan kesehatan manusia, sehingga mereka lebih memilih makan dengan kembali ke hotel berbintang, daripada jajan disembarang tempat, oleh sebab itu peran Departemen Kesehatan maupun Badan POM sangat dibutuhkan, untuk membangun kepercayaan wisatawan pada masakan tradisional Indonesia, tegasnya.

Chef Klana mengaku, bahwa untuk menjadikan masakan Indonesia bisa digemari para Turis Asing, atau mampu disajikan di hotel berbintang, maka perlu adanya upaya adaptasi makanan tradisional menjadi makanan internasional, Para mahasiswa kedepan perlu mengembangkan makanan hasil cipta budaya tersebut, bagaimana para koki mampu mengembangkan masakan tradisional, menjadi masakan baru, dengan bahan yang baru, bagaimana para chef di restoran lebih kreatif untuk menciptakan menu baru, saya yakin, para mahasiswa kuliner mampu menciptakan masakan baru, chef tidak hanya di hotel, namun di Restoran bahkan Rumah Sakit-pun membutuhkan chef yang menguasai tentang ilmu gizi, pinta Chef Klana.

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Kuliner, Tirta Chandra Putra Pane menambahkan, bahwa Work Shop yang digelar merupakan bentuk kepedulian kita pada makanan asli Indonesia, karena makanan ini juga sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia, dan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan Work Shop tentang kue-kue tradisional, karena sebenarnya masih banyak makanan asli Indonesia yang belum dikenal masyarakat secara luas, baik di dalam negeri maupun diluar negeri, oleh sebab itu HMK bersama STP Trisakti terus berupaya menggali makanan tradisional, agar bisa diterima masyarakat internasional, bahkan kita akan gelar lomba yang diikuti oleh anggota HMK, dimana didalamnya adalah beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tingi Pariwisata, kita akan geram bareng-bareng untuk peduli, agar kita memiliki tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan mengembangkan kuliner Indonesia, tegas Tirta

Bamus Betawi Tingkatkan Pariwisata Jakarta


Badan Musyawaran Masyarakat Betawi (Bamus Betawi), sebagai wadah bernaung dan berkumpulnya organisasi masyarakat Betawi yang juga sebagai mitra Pemerintah Daerah terus berupaya menggali dan mengembangkan budaya Betawi, baik dibidang seni, makanan, busana maupun budaya perilakunya.

oleh sebab itu kini Bamus Betawi telah mengagendakan salahsatu kegiatan tahunan “Lebaran Betawi” sebagai dayatarik wisata baik untuk wisatawan lokal maupun Mancanegara, hal tersebut di tegaskan Ketua Umum Bamus Betawi, Mayjen TNI (Purn) H Nachrowi Ramli, saat ditemui wartawan disela acara Lebaran Betawi yang digelar di Perkemahan Ragunan beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Putra Betawi yang dibesarkan di TNI ini menegaskan, “Kalau di Solo dan Jogja ada Sekatenan, maka di ibukota Jakarta juga memiliki kegiatan tahunan yang digelar warga Betawi, yang juga tidak kalah menariknya untuk dikunjungi dan dinikmati, karena didalam kegiatan “Lebaran Betawi”, tersebut banyak menyajikan hiburan kesenian tradisional Betawi, serta menjajakan makanan Khas Betawi yang bisa kita nikmati dengan harga murah.

Digelarnya Lebaran Betawi merupakan tradisi lebaran masyarakat Betawi sehabis berpuasa serta berhari Raya, dengan kegiatan ini kita ingin meningkatkan Silaturahim baik intern warga Betawi maupun dengan warga etnis lain, yang kesemuanya adalah warga Jakarta, karena lebaran Betawi ini bukan saja untuk orang Betawi, namun untuk semua warga ibukota Jakarta, kita membuka pintu untuk siapa saja agar mau hadir dalam acara Lebaran Betawi.

Disamping itu kegiatan ini juga sesuai dengan Undang-Undang no.29 tahun 2008, disana disebutkan salahsatu kewajiban Pemda DKI adalah Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Betawi, dan kegiatan ini merupakan implementasi payung hukung tadi, dan dengan kegiatan ini Bamus Betawi juga berharap dengan Lebaran Betawi dapat menjadi dayatarik wisata, kita akan terus mengembkan serta mengemas lebih baik lagi, agar wisatawan domestik maupun luar negeri, kalau mau lihar kekhasan wisata ya…… lihatlah salahsatu adalah lebaran Betawi, pinta H Nachrowi Ramli.

Dengan kegiatan ini kita tetap mengutamakan silaturahim, namun budaya Betawi juga tetap ditampilkan apakah kesenian maupun tatakramanya, karena dalam tatakrama Betawi juga ditekankan, bahwa yang muda harus datang pada yang lebih tua, kalau pergi ke orang tua, perlu ada oleh-oleh, namun jangan dilihat nilai atau bentuknya, namun merupakan bentuk sumbangsih dari yang muda kepada yang tua.

Dari aspek Kesenian juga akan terus kita tingkatkan dan kembangkan, jangan sampai saat ini timbul kemudian redup, demikian juga kuliner Betawi jangansampai tidak adalagi orang yang masak makanan khas Betawi, para Pedagang yang ada, merupakan binaan dari beberapa Organisasi Masyarakat yang ada dalam Bamus Betawi, baik pembinaan melalui pelatihan dan permodalan, ini semua wujud pembinaan, pengembangan maupun pelestarian Budaya Betawi, tegas H Nachrowi Ramli.

Gubernur DKI Lantik Kepengurusan DPD KNPI DKI


Setelah sekian lama terkatung-katung akibat konflik ditubuh DPP KNPI, pada Kamis (15/10), bertempat di Kantor Menpora Senayan, kepengurusan DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, secara resmi dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, yang diwakili oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta, Syaifullah. Ketua DPD KNPI DKI, Arif Rachman mengaku pihaknya siap untuk membantu Pemprov DKI, khususnya dalam membangun kualitas kaum muda Jakarta.

Lebih jauh, Arif Rachman menegaskan, bahwa KNPI DKI bersama pemerintah daerah DKI serta DPRD, ingin terus membangun sebuah sinergitas, dan komunikasi yang baik, untuk bersama-sama mengisi pembangunan DKI Jakarta, salahsatu hal yang mendesak adalah bagaimana DPRD bersama Pemprov untuk secepatnya membuat Perda tentang Kepemudaan, karena Pemerintah Pusat dan DPRRI juga telah mengesahkan RUU Kepemudaan menjadi Undang-Undang, karena biar bagaimanapun Pemuda adalah asset bagi DKI Jakarta, dan dalam mengelola pemuda harus terukur, untuk meningkatkan kualitas pemuda, jadi kita berharap Perda Kepemudaan tersebut, kedepan sebagai Dedicate Program, untuk kepentingan pemuda diluar structure, bagaimana dapat mengarahkan pemuda kearah positif, agar masalah-masalah sosial di masyarakat seperti Narkoba, juga bisa diselesaikan bersama-sama, dan harus terstuktur dan rapi, oleh sebab itu kami berharap Program Pemprov DKI juga mengutamakan masalah kepemudaan ini, agar masalah penyakit sosial, dapat diatasi sejak dini.

Sementara menanggapi Dinas yang menangani kepemudaan yang dinilai agak rancu, Arif mengaku bahwa untuk koordinasi sebenarnya semua dinas bisa secara bersama-sama apalagi dalam Tupoksi, Pemuda selalu dikait-kaitkan, masalahnya kenapa selama ini tidak dikoordinasikan. Saya rasa dengan adanya Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda), lebih baik kita mengacu ke Disorda, namun koordinasi dengan Kesbangpol, Dinas Sosial serta dinas lainnya tetap akan terus dibangun, ini tinggal bagaimana kesepakatan kita dengan dinas-dinas terkait, apalagi organisasi kepemudaan yang ada, juga merupakan binaan partai politik, untuk ruang politik adalah Kesbangpol, karena hal tersebut tidakbisa dipisahkan, maka kalau bicara KNPI tidakbisa satu dinas.

Banyaknya anggota DPRD DKI yang masih muda, KNPI berharap mereka juga dapat mempejuangkan program-program KNPI DKI, apalagi mereka kebanyakan mantak aktifis di KNPI maupun di OKP yang ada, saya berharap support mereka pada KNPI akan meningkat, kepedulian terhadap pemuda adalah keharusan bagi mereka (anggota DPRD DKI) tegas Arif Rachman.

. DR Umar Hasan : Pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Budaya Perusahaan


Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), sebagai salahsatu organisasi sosial nirlaba di Indonesia, yang beranggotakan pengguna perangkat radio komunikasi, selama ini mungkin tidak begitu dikenal masyarakat secara luas, padahal peran anggota RAPI dalam meminimalisir korban bencara, khususnya di ibukota Jakarta dan sekitarnya sangat besar, ungkap Ketua RAPI Jakarta Timur, H Wisnu Adjinoto saat ditemui disela-sela siaga banjir tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, yang digelar di Kalimalang.

Lebih jauh H Wisnu menegaskan, bahwa datangnya banjir diwilayah kota Jakarta, sebenarnya sudah bisa diketahui sejak dini dari hulu, yaitu dari waduk Katulampa Bogor, dan anggota RAPI senantiasa siaga diwaduk tersebut, untuk memantau ketinggian air waduk, sehingga apabila kapasitas waduk sudah tidak memungkinkan, maka pintu air perlahan akan dibuka, dan dalam waktu 8 jam air yang mengakibatkan banjir akan tiba di Jakarta, dan saat itulah RAPI menginformasikan akan datangnya banjir di Jakarta sejak dini, sehingga warga yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung bisa sedini mungkin menyelamatkan jiwa dan hartanya.

Bukan hanya itu saja, tim siaga bencana RAPI, juga telah memiliki peralatan untuk membantu korban, baik berupa Perahu Karet maupun perlengkapan dapur umum, dimana Tim TAGANA RAPI juga telah dilatih secara khusus untuk membantu korban, sehingga pada saat banjir tiba, maka kami juga secara otomatis akan turun ke titik rawan banjir, untuk menyiapakan bantuan baik berupa dapur umum maupun perahu karet.

Untuk wilayah DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Timur, RAPI telah memiliki anggota disetiap kelurahan, bahkan hingga RT, hal tersebut untuk memudahkan pemberian informasi sesama anggota RAPI, maupun informasi bagi masyarakat secara umum, sehingga apabila ada bencana lain, seperti kebakaran maupun Gempa bumi, RAPI bisa dengan cepat turun ke masyarakat.

Saat ditanya tentang bantuan dari Pemerintah Daerah, H Wisnu mengaku bahwa selama ini RAPI Jakarta Timur selalu mandiri dan saling gotongroyong sesama anggota, kita belum pernah mendapat bantuan dari Pemda, baik berupa peralatan komunikasi maupun peralatan perahu atau untuk perlengkapan dapur umum, sebenarnya agar lebih luas lagi dalam membantu masyarakat, kami memang membutuhkan bantuan dari Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat, saya berharap teman-teman yang duduk di DPRD DKI juga bisa memperhatikan peran RAPI saat ini, paparnya

RAPI Jaktim Gelar Aksi Bersama Siaga Banjir


Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), sebagai salahsatu organisasi sosial nirlaba di Indonesia, yang beranggotakan pengguna perangkat radio komunikasi, selama ini mungkin tidak begitu dikenal masyarakat secara luas, padahal peran anggota RAPI dalam meminimalisir korban bencara, khususnya di ibukota Jakarta dan sekitarnya sangat besar, ungkap Ketua RAPI Jakarta Timur, H Wisnu Adjinoto saat ditemui disela-sela siaga banjir tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, yang digelar di Kalimalang.

Lebih jauh H Wisnu menegaskan, bahwa datangnya banjir diwilayah kota Jakarta, sebenarnya sudah bisa diketahui sejak dini dari hulu, yaitu dari waduk Katulampa Bogor, dan anggota RAPI senantiasa siaga diwaduk tersebut, untuk memantau ketinggian air waduk, sehingga apabila kapasitas waduk sudah tidak memungkinkan, maka pintu air perlahan akan dibuka, dan dalam waktu 8 jam air yang mengakibatkan banjir akan tiba di Jakarta, dan saat itulah RAPI menginformasikan akan datangnya banjir di Jakarta sejak dini, sehingga warga yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung bisa sedini mungkin menyelamatkan jiwa dan hartanya.


Bukan hanya itu saja, tim siaga bencana RAPI, juga telah memiliki peralatan untuk membantu korban, baik berupa Perahu Karet maupun perlengkapan dapur umum, dimana Tim TAGANA RAPI juga telah dilatih secara khusus untuk membantu korban, sehingga pada saat banjir tiba, maka kami juga secara otomatis akan turun ke titik rawan banjir, untuk menyiapakan bantuan baik berupa dapur umum maupun perahu karet.

Untuk wilayah DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Timur, RAPI telah memiliki anggota disetiap kelurahan, bahkan hingga RT, hal tersebut untuk memudahkan pemberian informasi sesama anggota RAPI, maupun informasi bagi masyarakat secara umum, sehingga apabila ada bencana lain, seperti kebakaran maupun Gempa bumi, RAPI bisa dengan cepat turun ke masyarakat.



 
METRO REALITA ONLINE. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.